Home arrow Artikel arrow Agama
Agama
MASYARAKAT SUNGAI PAGU Belum Terbiasa Mengucapkan Salam PDF Print E-mail
Written by Ir. Hasmurdi Hasan   
Sunday, 14 March 2010

Saat pertama kali saya menginjakkan kaki di kota Jakarta pada pertengahan bulan Juni tahun 1976, ada satu hal berkesan yang dapat saya rasakan sampai saat ini. Yaitu, kebiasaan masyarakat Jakarta terutama etnis Sunda dan Betawi untuk selalu mengucapkan salam dan bersalaman dengan setiap orang yang baru mereka temui. Kebiasaan baik ini sangat berbeda dengan kebiasaan yang berlaku di kampuang kita, terutama di Muarolabuah, budaya mengucapkan salam dan bersalaman sangat langka kita jumpai pada masyarakat.

Last Updated ( Wednesday, 17 March 2010 )
Read more...
 
Lentera Adat : Jika Nafsu Sebagai Panglima, Akan Menciptakan Masyarakat Terpecah Belah Dan Berkonfli PDF Print E-mail
Tuesday, 18 September 2007
Selamat Puasa RAMADHAN 1428 H, semoga segala amal ibadah kita diterima dan dilipatgandakan oleh Allah Swt, Amin. Dan SELAMAT IDUL FITRI 1428 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Pembaca yang budiman, Sebagaimana telah kami utarakan pada beberapa edisi yang lalu bahwa dari ceramah adat yang kami simak serta beberapa sumber lain, adat Minang kabau ini telah diciptakan oleh nenek moyang kita sejak beberapa abad yang lalu, jauh sebelum agama Islam masuk di Minangkabau melalui proses penyesuaian selama beberapa abad pula, barulah diterima dan diamalkan oleh masyarakat Minangkabau, yang dipateri dalam suatu doktrin “Adat ba-sandi syarak, syarak ba-sandi Kitabullah”, syarak mangato, adat memakai.
Last Updated ( Thursday, 20 September 2007 )
Read more...
 
Kisah Wahyu Terakhir kepada Rasulullah SAW PDF Print E-mail
Monday, 09 May 2005
Diriwayatkan bahawa surah AI-Maa-idah ayat 3 diturunkan pada sesudah waktu asar iaitu pada hari Jumaat di padang Arafah pada musim haji penghabisan [Wada*].

Pada masa itu Rasulullah s.a.w. berada di Arafah di atas unta. Ketika ayat ini turun Rasulullah s.a.w. tidak begitu jelas penerimaannya untuk mengingati isi dan makna yang terkandung dalam ayat tersebut. Kemudian Rasulullah s.a.w. bersandar pada unta beliau, dan unta beliau pun duduk perlahan-lahan.
Read more...
 
Copyright © 2008 | Solok-Selatan.com| Managed and Developed by SATOE Jaring Multimedia