Dalam era Otonomi daerah, terbuka
lebar wacana untuk Pemekaran Wilayah baru di Indonesia. Seperti Kabupaten Solok
dimekarkan menjadi dua kabupaten yaitu Kabupaten Solok (wilayah bagian utara)
dan Kabupaten Solok Selatan (wilayah bagian selatan). Sudah tentu munculnya
Kabupaten baru ini dengan sendirinya diperlukan identitas diri semacam Logo
atau Slogan (Motto) untuk memudahkan mengingat dan membedakan dengan wilayah
induk. (Kabupaten sebelumnya).
Logo atau simbul dari sebuah Kabupaten harus menggambarkan secara global
dari Kabupaten yang baru tersebut, demikian pula Slogan atau Motto, mengandung
Missi dan semangat yang diemban untuk membangun dan mengisi program-program
Pemerintah kedepan.
Pembenahan kelembagaan ekonomi mikro harus jadi
prioritas
Kapitalisme
selalu menggunakan indikator makroekonomi, yaitu pertumbuhan ekonomi dan
inflasi untuk menilai perbaikan, tetapi tidak peduli terhadap sumbangan
sektoral dan pergeseran dalam distribusi.
Sebenarnya
tidak seluruh indikator makroekonomi memperlihatkan angka-angka yang
menggembirakan. Contoh nyata, kemiskinan dan pengangguran bukanlah variabel
yang dapat menerima dampak dari pertumbuhan ekonomi karena lebih bersifat
akibat.
Kongres
Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia XVII telah dilaksanakan pada 30 Juli-1 Agustus
2009 di Bukittinggi, Sumatera Barat, dengan ketua umum terpilihnya adalah
Darmin Nasution, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia.
Hasil
kongres tidak cukup membuat kita memberikan apresiasi terhadap tindak lanjutnya
bagi perekonomian Indonesia. Padahal, inilah momentum yang sangat tepat jika
kita memberikan perhatian terhadap perbaikan sistem ekonomi mainstream
(kapitalisme-liberalisme) yang telah memengaruhi sistem ekonomi dunia dan
terbukti selalu krisis.
Pada hari itu Rabu 7 Juli 1976 Bapak Prof. Ir. SUTAMI (Menteri P.U.T.L = Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik) meresmikan pembangunan jalan lintas Sumatera jurusan Sawah Tambang-Lubuk Linggau yang dikerjakan oleh kontraktor RSEA (Taiwan) dan menginap di base camp P.U Sungai Dareh. Di Solok kami bincang-bincang dengan Bpk. Bupati Solok Drs. Hasan Basri, sebaiknya kesempatan ini kita gunakan mengundang Bpk. Menteri P.U.T.L untuk mengunjungi Solok Bagian Selatan.
ZAKARIA PERINTIS KEMERDEKAAN RI DARI SOLOK SELATAN MUARALABUHYANG TERLUPAKAN (2)
Zakaria bin Haji Abdurahman, lahir pada tahun 1905 di Sapan Pekan Rabaa Muaralabuh, salah seorang dari banyak orang Indonesia yang kami kenal yang pernah menjadi tahanan politik Pemerintah Belanda. Pada tahun 1928 ia diasingkan dari Sumatera ke Tanah Merah, sebuah kamp konsentrasi yang dibangun pada tahun 1927, sebagai tawanan politik yang menentang Belanda.