| Hari Jadi Solok Selatan ke 6 |
|
|
|
| Written by Berita Antara SUMBAR | |
| Friday, 08 January 2010 | |
|
HUT Solsel Dimeriahkan
Berbagai Iven
Pameran yang dipusatkan di jalan poros depan Kantor Bupati di Timbulun, Sangir ini, diikuti oleh seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD), Polres, Kejaksaan Negeri, dan pihak swasta yang selama ini ikut membantu melakukan pembangunan di Solok Selatan.
Penandatangan prasasti peresmian Kantor Bupati Solok Selatan oleh Bupati Solok Selatan, Drs. Syafrizal J, M.Si (Photo : Antara SUMBAR)
Setiap
SKPD menampilkan keunggulan dan program kerja yang selama ini telah tercapai.
Seperti stan-stan dari kecamatan yang menampilkan keunggulan-keunggulan
kerajinan dan makanan khas yang dibuat oleh masyarakat setempat.
Pembukaan
pameran seni dan budaya dilakukan oleh Wabup Solok Selatan, Drs.
Nurfirmanwansyah, Apt, MM, Rabu (6/1). Sementara pemotongan pita sebagai tanda
pameran dimulai dan terbuka untuk umum dilakukan oleh Kapolres Solok Selatan,
AKBP. Jondrial, SIK.
Wakil
Bupati (Wabup) dalam sambutannya mengatakan, peringatan dan perayaan hari jadi
Solok Selatan tahun ini (2010) memiliki keistimewaan dari tahun-tahun
sebelumnya.
Selain
perayaan, di tahun ini dibarengi dengan peresmian Kantor Bupati Solok Selatan
di Timbulun, Sangir. Kantor Bupati Solok Selatan sendiri dibangun sejak tahun
2005 lalu.
Pemekaran
Solok Selatan dari kabupaten induk, Solok, merupakan perjuangan yang panjang
sejak 53 tahun lalu. Dengan usaha yang menghabiskan banyak tenaga, pikiran, dan
materil akhirnya di tahun 2003 Solok Selatan berhasil dimekarkan dengan payung
hukum UU 38 tahun 2003.
Selain
Solok Selatan, dua kabupaten lainnya yang ikut mekar di Sumbar yakni Pasaman
Barat dan Dharmasraya.
Dalam
perayaan hari jadi Solok Selatan ini, sebagaimana diungkapkan Ketua Panitia HUT
Solok Selatan ke 6, Arisal, SH, masyarkat Solok Selatan dengan gembira dan
bangga menyambutnya dan memeriahkan dengan membuat taman-taman di pinggir jalan
dan memasang marwa di pinggir jalan sebagai tanda adanya helatan rakyat.
Dan
tak kalah pentingnya, imbuh Asisten III ini, juga digelar pertandingan
bulutangkis antar eksekutif dan Muspida yang diikuti oleh pejabat-pejabat
tinggi di masing-masing instansi.
Di
malam harinya, Rabu (6/1), masyarakat Sangir dan sekitarnya akan dihibur oleh
artis nasional dan provinsi, seperti Dorce Gamalama, Erni Johan, Elly Kasim,
Ajo Andre, Edi Gampo dan Ade (Sangir) Stardut di halaman Kantor Bupati.
Sementara
malam esoknya, Kamis (7/1), artis-artis akan diboyong ke Muara Labuh untuk
menghibur masyarakat di Sungai Pagu dan sekitarnya agar perayaan HUT ini tidak
hanya dirasakan oleh masyarakat ibukota saja melainkan juga masyarakat yang
berada di Muara Labuh sekitarnya.
Selain
dimeriahkan dan dihibur dengan nyanyian yang menggoyang dan melarutkan jiwa,
pada malam hiburan itu juga ditampilkan kesenian tradisional anak nagari
seperti saluang, tari kreasi, gendang serunai dan lain-lain.
Perayaan
hari jadi Solok Selatan di masa transisi ini, diharapkan bisa menjadikan pemacu
semangat membangun dan memperbaiki diri ke arah yang lebih baik.
Prestasi-prestasi yang selama ini telah diraih bisa dijadikan pondasi untuk
lebih maju lagi dan bisa dipertahankan. (*)
Potensi-potensi Solok
Selatan
Solok
Selatan, yang terletak di posisi 0'43'' - 1'43'' Lintang Selatan, 101'01-101'30
Bujur Timur dengan luas 3.346,20 Km persegi ini memiliki potensi sumber daya
alam (SDA) yang cukup melimbah.
Bukan
saja di bidang pertanian, perkebunan, dan kehutanan, tapi juga pertambangan dan
pariwisata. Tapi, semua belum terkelola secara maksimal mengingat sumber daya
manusia (SDM) yang berpotensi untuk mengolah sumber-sumber kekayaan itu yang
belum tersedia.
Kekayaan
alam yang melimpah ini alasan kenapa Belanda dulu tertarik untuk mengembangkan
perkebunan di kabupaten yang berbatasan dengan Kerinci, Provinsi Jambi ini.
Setidaknya Belanda pernah mengembangkan perkebunan seperti teh, karet, dan
kina.
Solok
Selatan, memiliki jenis tanah Podsolik coklat dan Latosol. Jenis tanah ini
sangat cocok untuk mengembangkan pertanian khususnya hortikultural dan
perkebunan. Sampai sekarang setidaknya telah banyak dikembangkan jenis tanaman
perkebunan yang prospektif seperti karet, sawit, teh, kakao baik yang
dikembangkan oleh masyarakat maupun perusahaan perkebunan.
Mayoritas
penduduk di kabupaten yang berulang tahun 7 Januari ini berprofesi sebagai
petani. Hal ini dikarenakan selain memiliki lahan yang masih luas dan subur, di
Solok Selatan setidaknya mengalir 71 sungai, besar maupun kecil, yang menjadi
pemasok air bagi lahan pertanian dan perkebunan.
Potensi
air, tidak saja digunakan masyarakat sebagai penyedian air bagi pertanian, tapi
juga mereka manfaatkan sebagai sumber energi listrik, yakni pembangkit listrik
tenaga mikro hidro (PLTMH). Daerah-daerah yang tidak bisa dijangkau jaringan
listrik dari PT PLN, biasanya memanfaatkan potensi ini untuk menerangi
daerahnya.
Lahan
kosong di Solok Selatan masihlah sangat banyak karena penduduk belum begitu
padat. Dari data Dinas Pencatatan Sipil dan Kependudukan, penduduk Solok
Selatan baru sekitar 161.000 jiwa. Dibanding dengan luas wilayah, jumlah
penduduk ini masih minim dan memberi keuntungan lahan kosong yang bisa
dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan ekonomi.
Di
Solok Selatan dapat dikembangkan komoditi perkebunan seperti karet, sawit,
rempah-rempah, buah-buahan dan tanaman tua seperti manggis. Dari catatan Dinas
Pertanian, Peternakan, dan Perikanan, sudah ada masyarakat yang membudidayakan
buah manggis. Data Dipertanakkan luas kebun manggis (queen of fruit) ini
mencapai 155 hektar yang terpusat di Ranah Pantai Cermin, Sangir Batang Hari
(SBH).
Selain
pertanian dan perkebunan, di Solok Selatan juga bisa dikembangkan peternakan,
baik jenis unggas, sapi, kambing, dan kerbau. Dinas Pertanian, Peternakan, dan
Perikanan, bermimpi Solok Selatan menjadi salah satu lumbung daging di Sumatra
Barat. Peternakan, khususnya sapi, sudah mulai berkembang di Kecamatan Pauh
Duo, Sangir, Sangir Jujuan, Sangir Batang Hari, dan Sangir Balai Janggo.
Untuk
sapi kandang, mayoritas berkembang di Kecamatan Sangir, Pauh Duo, dan beberapa
di Sungai Pagu. Sementara untuk sapi lepas banyak terdapat di daerah
perkebunan, seperti Sangir Jujuan, Sangir Batang Hari, dan Sangir Balai Janggo.
Kesediaan
pakan ternak sendiri, lahan yang luas dan rumput yang tumbuh dimana saja
merupakan pakan kesediaan pakan yang sangat mencukupi. Apalagi, beberapa
kelompok tani dan masyarakat petani sudah mengembangkan jagung dimana dahan dan
daunnya bisa digunakan untuk pakan ternak.
Solok
Selatan memiliki hutan yang cukup luas. Lebih dari setengah, 60 persen, wilayah
Solok Selatan merupakan hutan, baik hutan produksi maupun hutan lindung. Di
dalam hutan itu banyak hidup hewan-hewan yang dilindungi, seperti harimau
sumatra. Selain itu juga tumbuh tumbuhan-tumbuhan yang tak ada di daerah lain.
Kekayaan hayati ini bisa mendatangkan keuntungan besar bagi Solok Selatan, baik
dalam bentuk lingkungan dan pemasukan berupa materi (PAD), jika dikelola dengan
baik.
Kabupaten
yang memiliki batas bagian utara dengan Kabupaten Solok, Selatan Kabupaten
Kerinci (Jambi), barat Kabupaten Pesisir Selatan, dan timur Kabupaten
Dharmasraya ini juga kaya akan kandungan bumi (hasil tambang), seperti emas,
biji besi, mangan, timah dan tembaga. Kandungan bumi ini juga mampu
menyumbangkan pendapatan asli daerah (PAD) jika dikelola dengan baik oleh
sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni.
Dengam
sumber-sumber pendapatan yang besar, ekonomi rakyat akan meningkat, dan
pembangunan serta pemerataan pembangunan untuk lebih memajukan lagi Solok
Selatan akan terwujud dengan baik.
Dan
yang tak kalah penting, satu keuntungan bagi Solok Selatan yang berada tak jauh
dari gunung api aktif, Gunung Kerinci, yakni potensi panas bumi.
Potensi
panas bumi di Solok Selatan mampu menghasilkan daya listrik mencapai 400
megawatt (MW). Saat ini tengah dilakukan tender wilayah kerja pertambangan
(WKP) di Jakarta untuk mengetahui siapa perusahaan yang akan mengexploitasi
potensi panas bumi di Solok Selatan.
Exploitasi
awal rencana akan dilaksanakan di Liki Pinang Awan, dengan daya 110 MW. Tender
WKP panas bumi di Solok Selatan ini termasuk dalam percepatan 10.000 MW tahap
dua dalam kepemimpinan SBY.
Selain
mendapat pasokan listrik yang berlebih, Solok Selatan juga akan mendapatan
pendapatan yang bisa digunakan untuk lebih memajukan dan meningkatan
pembangunan dan ekonominya.
Exploitasi
panas bumi target produksinya sekitar tahun 2013. Dengan mulai berproduksinya
pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP), setidaknya akan menjadi kebanggaan
bagi Solok Selatan karena satu-satunya kabupaten di Sumatra Barat yang memiliki
PLTP. (*)
Prestasi dan
Penghargaan yang Diraih Solok Selatan 2005 - 2008
Kabupaten
Solok Selatan, Sumatra Barat, mekar dari Kabupaten Solok pada tahun 2003 yang
lalu. Dalam segi usia, kabupaten yang memiliki hari jadi tanggal 7 Januari ini
memang terbilang muda, tapi prestasi dan penghargaan tidaklah memandang, usia
muda dan tua.
Sejak
adanya kepala daerah definitif sejak tahun 2005, Drs. Syafrizal. J, M.Si dan
Drs. Nurfirmanwansyah, Apt, MM, Solok Selatan mulai menggaungkan suaranya di
perbagai iven dan mampu meraih beberapa prestasi baik di tingkat provinsi
maupun nasional.
Sebagai
berikut penghargaan dan prestasi yang sudah diraih Solok Selatan:
Penghargaan
dan Prestasi Tahun 2005
1. TP-PKK meraih peringkat I dalam Lomba Alat
Permainan Edukatif (APE) tradisional tingkat Propinsi Sumatra Barat.
2. TP-PKK meraih peringkat IV dalam Lomba
Mendongeng dalam rangka Jambore PKK tingkat Propinsi Sumatra Barat.
3. TP-PKK meraih peringkat IV dalam Lomba Memasak
Kue Bolu dalam rangka Jambore PKK tingkat Propinsi Sumatra Barat.
Penghargaan
dan Prestasi Tahun 2006
Tingkat Nasional
1. TP-PKK meraih peringkat V dalam Lomba PHBS
Kategori Kabupaten Tingkat Nasional dalam rangka HKG PKK KB-Kes.
Tingkat Provinsi
1. TP-PKK meraih peringkat I dalam PHBS Kategori
Kabupaten tingkat Propinsi Sumatra Barat.
2. TP-PKK meraih peringkat II dalam Lomba
Pengisian Buku Dasawisma dalam rangka Jambore PKK tingkat Propinsi Sumatra
Barat.
3. Mahardika Putri, siswi SDN 01 Pakan Rabaa Kec.
Koto Parik Gadang Diateh (KPGD) meraih peringkat II dalam lomba Senam Ritmit
PORDINI Sumatra Barat.
4. TP-PKK meraih peringkat V dalam Lomba
Penyuluhan Pola Asuh Anak dalam rangka Jambore PKK tingkat Propinsi Sumatra
Barat.
5. Kontingen PORPROV menduduki peringkat 18 dalam
PORPROV X Sumbar di Kab. Sijunjung dan Kota Sawahlunto.
Penghargaan
dan Prestasi Tahun 2007
Tingkat Nasional
1. Salah satu Kelompok Tani (Keltan) Solok
Selatan meraih peringkat II dalam ajang Lomba Kelompok Tani Pembudidayaan
Kedelai tingkat Nasional.
2. Pemda Solok Selatan meraih penghargaan sebagai
Penyelenggara Terbaik saat mewakili Propinsi Sumatra Barat pada acara Paket
Khusus di Anjungan Sumbar di TMII Jakarta.
3. Pemda Solok Selatan mendapatkan penghargaan
dari Dirjen Pajak Pusat atas pencapaian pajak diatas 10 persen.
4. Pemda Solok Selatan mendapatkan penghargaan
dari Depdagri dalam upaya dan kepeduliannya dalam penyiapan data base
kependudukan ke program Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK).
Tingkat Provinsi
1. Solok Selatan meraih peringkat I dalam Pekan
Budaya Sumatra Barat di Taman Budaya Sumatra Barat di
2. TP-PKK meraih peringkat I dalam Lomba Cipat
Menu 3B dalam rangka Hari Pangan se-Dunia tingkat Propinsi Sumatra Barat.
3. Mahardika Putri kembali menorehkan tinta emas
dengan meraih Juara I dalam Lomba Senam Ritmit PORDINI Sumatra Barat.
4. TP-PKK meraih peringkat II dalam Lomba
Kesehatan Lingkungan dalam rangka HKG PKK KB-Kes tingkat Propinsi Sumatra Barat.
5. TP-PKK meraih peringkat II dalam Lomba
Pelaksana HKG PKK KB-Kes tingkat Propinsi Sumatra Barat.
6. Mahardika Putri di tahun yang sama kembali
mengangkat nama baik Solok Selatan di tingkat propinsi dengan kembali meraih
Juara II dalam bidang olah raga yang sama, yakni Senam Ritmit POPDA Sumatra
Barat.
7. TP-PKK meraih peringkat IV dalam Lomba
Penyuluhan Kesehatan dalam rangka Jambore PKK tingkat Propinsi Sumatra Barat.
8. TP-PKK meraih peringkat IV dalam Lomba Hatinya
PKK tingkat Propinsi Sumatra Barat.
9. TP-PKK meraih peringkat V dalam Lomba Cerdas
Cermat 10 Program Pokok PKK dalam rangka Jambore PKK tingkat Propinsi Sumatra
Barat.
10. Nagari Sungai Kunyit, Kecamatan Sangir
Balai Janggo, meraih peringkat VI dalam ajang Lomba Nagari Rancak tingkat
Propinsi Sumatra Barat.
11. Kontingen MTQ Solok Selatan menduduki
urutan XIV dalam MTQ Nasional Ke-32 Tingkat Sumatra Barat di Kota Payakumbuh.
Penghargaan
dan Prestasi Tahun 2008
Tingkat Nasional
1. Kabupaten Solok Selatan menerima Penghargaan
Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) yang diserahkan langsung oleh
Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.
2. Tim Seni dan Budaya Solok Selatan meraih Juara
I dalam Pagelaran Seni Pesta Peduli Danau Kerinci.
3. Deri Satria, siswa SMAN 1 Solok Selatan, meraih
urutan IV dalam Seni Baca Al-Qur'an tingkat Nasional di Bandung.
4. Rengga Husada, siswa SMAN 1 Solok Selatan,
meraih urutan V pada Lompat Tinggi POPDA.
5. Tim Seni dan Budaya Solok Selatan mendapat
urutan V dalam ajang Pegelaran Seni di Pedati Bukittinggi.
6. Ade "Stardut Indosiar", siswa SMPN 7
Solok Selatan mengharumkan Solok Selatan dikancah musik Dangdut karena mampu
meraih 10 besar dalam Audisi Stardut yang digelar Indosiar.
7. Eza Wandila Putri, siswi SMPN 6 Solok Selatan
mengharum Solok Selatan dalam Bidang Sastra dengan menyabet urutan 8 dalam
Cipta Cerpen Tingkat Nasional di Bandung.
Tingkat Provinsi
1. Ahmad Hasan Basri, siswa SDN 06 Sungai Kunyit
Kec. Sangir Balai Janggo menyabet Juara I dalam Lomba Lari 60 M tingkat SD se -
Sumatra Barat.
2. Eza Wandila Putri, kembali mendapat prestasi
di Bidang Sastra dengan merebut Juara I Lomba Cipta Cerpen tingkat Propinsi
Sumatra Barat.
3. Tim Depag Solok Selatan meraih Juara I
Pildacil dalam rangka HUT RRI Padang.
4. Tim Depag Solok Selatan kembali memberikan
kebanggan dengan merebut Juara I Lomba Bidang Qasidah Antar BKMT se-Sumbar.
5. Tim Kesenian Kab. Solok Selatan meraih juara
I dalam Lomba Pegelaran Seni Tradisional pada Pekan Budaya Padang.
6. Tim Kesenian Kab. Solok Selatan sebagai penyaji
terbaik prosesi Baralek Gadang pada Pekan Budaya Padang.
7. Fanita Amalia Sari siswi SDN 09 Sungai Pangkur
Kec. KPGD merebut juara II Lomba Lari 60 M tingkat SD se-Sumatra Barat.
8. Tim Kab. Solok Selatan meraih juara II Lomba
Pidato dalam rangka Hari Aksara Internasional tingkat Prov. Sumatra Barat di
Dharmasraya.
9. Nagari Pakan Rabaa Tengah Kec. KPGD meraih
juara III Lomba Nagari Rancak tingkat Prov. Sumatra Barat.
10. Riki Rikardo siswa SDN 06 Ranah Tanjung
Puan Kec. SBH meraih urutan III dalam Lomba Kerajinan Tangan.
11. Fajrul Ramadhan siswa SDN 10 Lubuk Gadang
Kec. Sangir meraih juara II Lomba Renang tingkat SD se-Sumatra Barat.
12. Utari Permata Indah siswi SDN 01 Pakan
Rabaa Kec. KPGD meraih nomor III Lomba Senam Ritmit.
13. Bima Trianita siswi
SDN Sungai Kunyit Kec. SBJ meraih urutan III Lomba Catur tingkat SD se-Sumatra
Barat.
14. Tim Takraw Kec. SBH meraih urutan III
Lomba Takraw tingkat SD se-Sumatra Barat.
15. Tim Qasidah Kab. Solok Selatan meraih
urutan III Lomba Group Qasidah antar BKMT se-Sumatra Barat 2008.
16. Tim Kab. Solok Selatan meraih juara III
Lomba Qasidah Rebana pada Pekan Budaya Padang.
17. Tim Depag Kab. Solok Selatan raih urutan V
PORSENI antar Siswa Madrasah se-Sumatra Barat 2008.
18. Tim Kab. Solok Selatan raih urutan V di
Pegelaran Seni Tradisional Seni Pedati di Bukittinggi.
19. Tim Kab. Solok Selatan raih urutan V di
Lomba Baju Kurung Basiba di Pekan Budaya
20. Tim Kab. Solok Selatan raih nomor V di
Lomba Musik Tradisional dalam rangka Hari Aksara Internasional (HAI).
21. Tim Kab. Solok Selatan mendapat nomor V di
Lomba Nyanyi Minang dalam rangka HAI.
22. KUA Kec. Sungai Pagu mendapat urutan VII
sebagai KUA Teladan tingkat Prov. Sumatra Barat 2008.
23. Tim Musabaqah Qiratil Kutub (MQT) Kab.
Solok Selatan raih nomor VIII di MQT tingkat Prov. Sumatra Barat. (*)
Tanggapan Masyarakat
Tentang HUT Kabupaten Solok Selatan
Salah
seorang tokoh pemekaran Solok Selatan, Prof. Armen Mukhtar, mengatakan untuk
membangun Solok Selatan, kebersamaan harus lebih ditingkatkan.
Selain
anggaran, kata dia, pembangunan harus ditopang dengan kerjasama yang baik antar
elemen masyarakat, masyarakat dengan pemerintah, dan pemerintah (eksekutif) dan
legislatif.
Kesejahteraan,
imbuhnya, ditinjau dari infrastruktur, peningkatan ekonomi, pendidikan dan
kesehatan masyarakat. "Program ini harus menjadi prioritas dan lebih
ditingkatkan. Bagaiman orang berinfak atau bersedekah jika ekonomi masih
lemah," katanya.
Muhammad
Tulus, seorang perantau di Pekanbaru, Riau, yang hadir dalam sidang paripurna
istimewa HUT Solok Selatan mengatakan dalam membangun harus ada sinkronisasi
anggaran dengan keinginan masyarakat.
"Sejauh
ini memang sudah ada peningkatan tapi tidaklah signifikan. Sebagai contoh
bangunan perkantoran pemerintah belum ada satu pun, baru kantor bupati dan
gedung DPRD," katanya.
"Pemerintah
harus membuat program yang jelas dan tepat sasaran dan penataan yang
baik," ucapnya.
Semoga
di pemerintahan selanjutnya, pembangunan lebih di tingkatkan dan lebih tepat
sasaran sehingga tidak ada anggaran yang bocor. Selain itu juga diperlukan
pengawasan penggunaan anggaran yang ketat.
Tokoh
pemuda, Isyuliardi Maas, mengatakan sesuai dengan UU 32 tahun 2004 bahwa
peyelenggara pemerintahan adalah eksekutif dan legislatif. Untuk itu, perlu jalinan
kerjasama yang baik antara kedua lembaga ini agar pembangunan dan peningkatan
ekonomi di Solok Selatan bisa berjalan dengan baik.
"Ke
depannya kita harapkan kerjasama ini lebih ditingkatkan," katanya.
Selain
itu, SDM sebagai penggerak pembangunan harus lebih menjadi prioritas dalam
pembangunan. Dengan SDM yang mumpuni, pembangunan bisa digerakan dengan baik,
terangnya.
"Sebagai
contoh adalah Jepang. Saat terpuruk dengan kekalahan di saat perang dunia II
yang dicari adalah berapa jumlah guru yang ada," tutur Ketua KNPI Solok
Selatan ini. (*)
Http://www.antara-sumbar.com, Jumat,
08 Januari 2010 |
|
| Last Updated ( Friday, 15 January 2010 ) |
| < Prev | Next > |
|---|




