Pariwisata Solok Selatan
Home
Banjir di Kecamatan Sungai Pagu PDF Print E-mail
Written by Antara-sumbar.com   
Wednesday, 17 February 2010

Pasar Muara Labuh Banjir, Aktivitas Jual Beli Terganggu

Banjir akibat hujan yang mengguyur Solok Selatan sejak subuh tadi juga menggenangi Pasar Muara Labuh baru, di Kampung Palak, Nagari Pasir Talang, Kecamatan Sungai Pagu. Banjir ini akibat luapan Sungai Batang Suliti yang berada di belakang Pasar Muara Labuh yang berjarak sekitar 10 meter. Air masuk dari sebelah barat pasar.

Akibat banjir ini, para pedagang kali lima (PKL) yang kiosnya terkena banjir terpaksa mencari lokasi yang lebih tinggi, seperti di los-los yang kosong.

Banjir ini mengakibatkan akitifitas jual beli di pasar yang diresmikan Desember 2009 lalu oleh Sekdaprov Sumbar Firdaus, K, terganggu.

"Banjir baru sampai pasar tapi air semakin lama semakin banyak," kata Ida (40) pedagang makanan di Pasar Muara Labuh.

Ida mengaku trauma saat terjadi banjir di tahun 1995 dulu. Katanya, waktu itu air hanya setinggi mata kaki tapi lama kelamaan air memenuhi rumahnya di Kampung Palak.

Banjir juga menggenangi Terminal Muara Labuh yang berada di sebelah selatan dan jalan masuk ke pasar.

Banjir Dimanfaatkan Anak-Anak Bermain

Banjir dimanfaatkan anak-anak bermain air. Mereka berenang-renang dan kejar-kejaran di jalan atau di lingkungan rumahnya yang tergenang air.

Seperti yang dilakukan anak-anak di Kampung Terendam, Nagari Pasar Muara Labuh, Sungai Pagu. Anak-anak berenang dan berkejar-kejaran di jalan raya di jantung jorong ini yang tergenangi air.

Selain banjir, aktivitas anak-anak ini juga mengganggu lalu lintas kendaraan. (jno/ril)

Hujan Akbatkan Banjir di Beberapa Nagari di Solsel

 

Hujan yang mengguyur Solok Selatan, Sumatera Barat, sejak subuh tadi mengakibatkan banjir di beberapa lokasi.

 

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Solok Selatan, Yulian Efi, Rabu (17/2), banjir terjadi di Rawang, Pasar Muara Labuh, Pasir Talang, Kecamatan Sungai Pagu, dan Pakan Rabaa, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh.

 

Banjir ini mengakibatkan rumah masyarakat, sekolah, dan kantor pemerintah tergenang, seperti Kantor Wali Nagari Pasir Talang dan SMA N 1 Solok Selatan.

 

"Sampai saat ini kita belum tahu berapa kerugian akibat banjir ini sebab hujan masih mengguyur," katanya.

 

Akibat banjir ini, beberapa sekolah, seperti MTsN Pasir Talang dan SMAN 1 Solok Selatan meliburkan siswanya karena air menggenangi kedua sekolah ini.

 

Salwanati Fitri siswi SMAN 1 Solsel mengatakan ada beberapa kelas yang tergenang setinggi mata kaki sehingga proses belajar mengajar tidak bisa dilaksanakan.

 

Kelas yang tergenang mencapai sepuluh dari 21 kelas yang ada, terutama yang berada di bagian yang rendah seperti kelas SBI, XII A1, XII A2, XII A3, XII S1 sampai XII S3.

 

"Dalam tiga hari ini kelas XII sedang try out dan rencana dipulangkan setelah jam pelajaran kedua," kata siswa kelas XI ini. (jno/ril)

 

Hujan Guyur Solsel, Aktivitas Warga Terganggu

 

Hujan yang mengguyur Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, sejak Rabu (17/2) subuh tadi mengakibatkan aktivitas masyarakat Solok Selatan di terganggu.

 

Seorang guru SD, Nurhayati (55), terpaksa menunda keberangkatanya mengajar karena lebatnya hujan.

 

"Saya sudah siap berangkat, tapi hujan belum juga redah sampai sekarang. Daripada basah kuyup sampai di sekolahan, terpaksa saya berangkat sedikit telat," katanya.

 

Dikatakannya, biasanya ia berangkat dari rumah jam 7.30 WIB sampai di sekolah sepuluh menit kemudian karena jarak antara tempatnya mengajar dan rumahnya tidak terlalu jauh.

 

Yang dialami Nurhayati juga menimpa Afriadi (32), seorang pegawai swasta. Ia terpaksa menunda keberangkatannya karena hujan lebat.

 

"Daripada kehujanan dan basah kuyup, lebih baik telat sedikit tak apa karena saya bekerja dengan sepeda motor. Rencana ingin beli mobil, tetapi uangnya kurang terus," katanya sambil kelakar.

 

Intensitas hujan di Solok Selatan sejak awal tahun 2010 tinggi. Hujan terjadi di pagi, siang, sore dan malam hari.

 

Bagi pengendara kendaraan roda dua atau lebih yang menuju Padang Aro, diharapkan mewaspadai beberapa titik rawan longsor yang sudah ditandai oleh Polres Solok Selatan seperti di Ampalu, Pekonina, Kecamatan Pauh Duo dan Lekok di Kecamatan Sangir.

 

Tingginya curah hujan di Solok Selatan ini juga mempengaruhi harga beras. Harga beras di Solok Selatan sekarang mencapai Rp11.000 per gantang atau 1,6 kilogram untuk kualitas bagus dan Rp. 10.000 untuk beras kualitas sedang. (jno/ril)

 

Sumber : Antara-sumbar.com

Last Updated ( Friday, 26 February 2010 )
 
Next >

Polls

Shoutbox

Latest Message: 5 months, 1 week ago
  • [GUEST]anak mudo m : bidar alam....rasonyo pengen kasitu pai jalan2...maliek bukti sejarah nan dilupoan sejarah...
  • [GUEST]Siswandy_mo : oi urang kampuang,tlg sampaikan pasan dari rantau,kapado unsur pimpinan kito di solsel, kurang elok kito pandang tulisan"selamat datang dikabupaten solok selatan" nan tapampang ditapal batas ulu suliti,kok dapek dirubahlah jo tulisan yg agak elok,supayo ado kesan baik pertamonyo katiko kami parantau menginjakkan kaki pertamo saat pulang kakampuang, tarimo  kasih ateh paratian dusanak nan dikampuang.
  • mulyadi_miluk : banir ndak di jawa se do, di kampuang ajo banjir juo..di dusun ngebong..banjir juo kabanyo...
  • ardicell : banjir.....gmna tuh caro jln kalua nyo?
  • mulyadi_miluk : masya Solsel spertinya akan siap2 menerima Kompor LPG gratis dari Pemerintah
  • mulyadi_miluk : Berita apo yo yg lagi angek2nyo di SolSel
  • dave : Maju terus Solok Selatan....Salam hangat dr Nagari Kangaroo...SmileSmileSmile
  • mulyadi_miluk : awak ikut bangga dengan adanya kayakers di Sol-sel..jadi di kenal orang2
  • mulyadi_miluk : kenapa ya jarang yg OL di sini?..kadang beritanya kurang ter up-date
  • dave : Untuk member baru yg sudah pernah mendaftar silahkan login setiap saat.....SmileSmile
Please Login to shout..

Online

No Users Online

Who's Online

We have 17 guests online
Copyright © 2008 | Solok-Selatan.com| Managed and Developed by SATOE Jaring Multimedia