| MOTTO PEMDA SOLOK SELATAN “SARANTAU SASURAMBI” dan Latar Belakang |
|
|
|
| Written by Ir. Gamal Yusaf, Sutan Batuah | |
| Sunday, 07 February 2010 | |
|
Logo atau simbul dari sebuah Kabupaten harus menggambarkan secara global
dari Kabupaten yang baru tersebut, demikian pula Slogan atau Motto, mengandung
Missi dan semangat yang diemban untuk membangun dan mengisi program-program
Pemerintah kedepan.
Lahirnya Kabupaten Solok Selatan, adalah sebuah cita-cita masyarakat dan
tokoh yang berasal dari wilayah Kabupaten Solok bagian Selatan mulai dari
Kecamatan Lembah Gumanti, Kecamatan Pantai Cermin, Kecamatan Sungai Pagu dan
Kecamatan Sangir, baik yang berada di kampung maupun yang berada di perantauan.
Saat itu mereka sebut secara umum dengan nama Sailiran Batang Hari.
Dengan perjuangan yang alot bahkan terjadi tarik ulur antara Pemerintah
Pusat, Propinsi dan Kabupaten Solok sendiri dengan Panitia Pemekaran
(independen). Akhirnya lahirlah Kabupaten Solok Selatan Walau dua Kec. Lembah
Gumanti dan Kec. Pantai Cermin tidak termasuk kedalam Kab. Solok Selatan ini.
Secara yuridis ditandai dengan terbitnya Undang-undang Mendagri No. 38 tahun
2003 tanggal 07 Januari 2003. Mendagri menunjuk seorang Bupati PLT untuk
mempersiapkan pemilihan Bupati Defenitifmelalui PILKADAL, yaitu Bpk. H. ALiman
Salim (Alm) yang kemudian dilanjutkan / diperpanjang oleh Bpk. Drs. Marzuki
Onmar sehingga terpilih Bupati I Kab. Solok Selatan Drs. H. Syfrijal J, M.Si
dengan wakilnya H. Nurfirman wansyah.
Waktu pimpinanan Bpk. Drs. H.
Aliman Salim (Alm), beliau mengadakan Sayembara Rancang Logo dan Motto Kabupaten yang diikuti oleh perancang
/ designer umum baik dari warga Solok Selatan dan dari luar Solsel.
Sesuai dengan
Kalau diperhatikan, diperbandingkan secara umum design logo Kab. SOLSEL
sekarang mengacu kepada rancangan yang kami ikutkan, terutama pada Motto
SARANTAU SASURAMBI yang pasti diambil dari rancangan yang kami kirim.
Design Logo Solsel Yang katanya mengacu kepada ke 10 rancangan tersebut
menggambarkan secara umum Alam, Budaya dan Sejarah, Ekonomi, Potensi Alam dan
Ideologi masyarakat Solsel yaitu masyarakat Alam Surambi Sungai Pagu dan Rantau
XII Koto.
Motto/Slogan “SARANTAU SASURAMBI” ini muncul berawal dari slogan IKASUPA
Jakarta dalam rangka Halal bi Halal bersama IKAR XII KOTO pada tahun 2004 yang
lalu, dimana Slogannya adalah SARANTAU SAPARINDUAN, yang berarti, sama-sama
hidup di rantau (JABODETABEK) dan berasal dari wilayah yang sama yaitu Alam
Surambi Sungai Pagu dan Rantau XII Koto (Solok Selatan), menjalin silaturrahim
yang erat di perantauan.
Kata “SARANTAU SASURAMBI” berasal
dari kata ‘rantau’ dan ‘surambi’ dengan imbuhan awalan ‘sa’ menjadi ‘sarantau
sasuarambi’. Pada bahasa Minangkabau awalan ‘sa’ yang terletak pada awal suku kata
lain, maka berarti menyatakan satu atau bersama-sama, seperti kata pepatah, sa
ciok bak ayam, sa danciang bak basi, sa hino sa malu, sa adat sa limbago
dan seterusnya. Jadi dalam slogan
Sarantau Saasurambi mengandung arti bahwa Masyarakat Solok Selatan adalah
merupakan satu kesatuan yang terdiri dari dua wilayah adat Alam Surambi Sungai
Pagu dan Rantau XII Koto dan dua Kecamatan Besar Kec. Sungai Pagu dan Kec.
Sangir. Bersama-sama membangun Kabupaten Solok Selatan dan masyarakatnya yang
berkeadilan, makmur, aman, sentosa, baik Sosial, Budaya, Ekonomi dan Keamanan.
sehingga dapat berdiri sama tinggi dan
duduk sama rendah dengan kabupaten lain di Indonesia. Kedua wilayah adat
tersebut adalah sama-sama didalam Alam Minangkabau, Alam Surambi Sungai Pagu
merupakan Surambinya Minangkabau
sedangkan Rantau XII Koto merupan wilayah rantaunya
Minangkabau. Maka dari dua ragam budaya dan wilayah administrasi ini dapat
disatukan visi dan missinya menjdi satu Kabupaten Pemekaran dari Kabupaten
Solok menjadi Kabupaten yang (untuk
sementara) diberi nama Kabupaten Solok Selatan.
Dengan semangat “Sarantau Sasurambi” inilah Pemda Kab. Solok Selatan dan
Masyarakatnya baik yang berada di Solok Selatan maupun yang berada di
Perantauan bersatu dan bersinergi dalam rangka membangun dan mengisi “Kemerdekaan”
ini dengan hal-hal yang positif, dalam mewujudkan cita-cita pendahulu kita yang
telah berjuang dari lebih 50 tahun yang lalu untuk bisa berdiri sendiri, agar
terangkat kepermukaan dari keterbelakangan, terisolasi, termarginalkan,
keterpurukkan dan lain-lain. Sehingga Bupati PLT Bpk. Drs. Marzuki Onmar pernah
mengulas di Harian Singgalang dengan menyebut daerah Solok Selatan ini bagaikan
Mutiara yang terpendam, bila digosok dengan keahlian tinggi, tak akan ternilai
harganya. Tapi bila digosok tidak dengan ilmunya (tidak ahli) maka tunggulah
kehancuran dan tidak akan ada nilainya.
Namun dari Nama SOLOK SELATAN kami rasa masih ada nilai rasa, dan
ingatan orang dengan Kabupaten Solok, bahkan sering orang salah sebut,
maksudnya Solok Selatan, disebutnya Kabupaten Solok saja. Hal ini memang
sepele, tapi akan menjadi preseden tidak baik bagi pertumbuhan Kabupaten baru
ini, kemandiriannya akan selalu dipengaruhi oleh Kabupaten Induk (d/h SOLOK). Jadi
sebaiknya perlu ada pemikiran untuk merubah / mengganti nama Solok Selatan
dengan sebutan lain yang lebih spesifik sesuai dengan asal usulnya /
sejarahnya, seperti Kabupaten Darmasyraya. Bagaimana kalau Surambi Minangkabau,
atau Surambi Alam, tentu lebih gampang diingat dan mempunyai nilai sejarah, dan
kultur budaya. Semoga terujud hendaknya, Amin. Untuk itu marilah kita sama – sama seiring sejalan menuju cita-cita luhur para pejuang untuk mewujudkan kemandirian di Solok Selatan dengan mengoptimalkan SDA dan SDM yang kita miliki, bak kato pepatah lama,
“Ka
hilia sa rangkuah dayuang, kamudiak sa hantak galah,
kabukik
samo mandaki, kalurah samo manurun,
sa
ketek samo dibagi, banyak samo dimakan,
sa
ciok bak ayam sa danciang bak basi,
sa
hino sa malu, sa sakik sa sanang,
sa
raso sa pareso, sa adat sa limbago, sa rantau sa surambi”
![]() ![]() |
|
| Last Updated ( Sunday, 28 February 2010 ) |
| Next > |
|---|






