MASYARAKAT SUNGAI PAGU Belum Terbiasa Mengucapkan Salam
Written by Ir. Hasmurdi Hasan
Sunday, 14 March 2010
Saat
pertama kali saya menginjakkan kaki di kotaJakarta pada pertengahan
bulan Juni tahun 1976, ada satu hal berkesan yang dapat saya rasakan sampai
saat ini. Yaitu, kebiasaan masyarakat Jakarta
terutama etnis Sunda dan Betawi untuk selalu mengucapkan salam dan bersalaman
dengan setiap orang yang baru mereka temui. Kebiasaan baik ini sangat berbeda
dengan kebiasaan yang berlaku di kampuang kita, terutama di Muarolabuah, budaya
mengucapkan salam dan bersalaman sangat langka kita jumpai pada masyarakat.
Sepanjang
pengamatan saya baik sewaktu masih bermukim di kampuang maupun saat saya
berkesempatan pulang kampuang setelah menetap di Jakarta. Secara jujur kita akui orang
kampuang kita belum terbiasa dengan budaya mengucapkan salam (Assalamualaikum)
dan masih berat untuk mengulurkan tangan bersalaman dengan orang yang baru
mereka jumpai. Mereka lebih terbiasa menyapa orang lain dengan ucapan “ oi
kamano tu..atau oi sadang mangapo tu..”.
Sebagai orang Minang, mereka akan tersinggung berat kalau dikatakan orang yang
tidak beradat, apalagi dikatakan orang yang tidak beragama (Islam). Tapi kalau
kita perhatikan prilaku sehari-hari yang terjadi di kampuang terhadap hal yang
sangat mendasar untuk menjaga hubungan silaturrahim dalam pergaulan masyarakat
belum mencerminkan nilai-nilai Islami.Padahal menurut syariat Islam mengucapkan
salam hukumnya “Sunnat Muakkadah” kecuali pada waktu menutup Sholat hukumnya
Fardhu. Dalam Al-Qur’an surat
Annisa’ ayat 86 berbunyi “ Apabila kamu dihormati dengan sesuatu penghormatan,
maka balaslah penghormatan itu dengan lebih baik, atau balaslah dengan yang
serupa, sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu”. Penghormatan dalam
Islam ialah dengan mengucapkan salam berupa Assalamulaikum.
Menyaksikan fenomena ini, timbul pertanyaan dalam diri saya, nilai-nilai apa
yang digunakan oleh orang-orang tua kita dahulu sehingga terjadi budaya seperti
ini, budaya yang tidak mencerminkan budaya Islam. Apakah masyarakat kita begitu
terlambat mengadopsi ajaran Islam secara utuh, sehingga masih larut dalam sisa
peradaban sinkretisme dengan kepercayaan Hindu-Budha yang menjadi kepercayaan
nenek moyang kita sebelum Islam Masuk….?, peradaban Hindu-Budha memang tidak
terbiasa untuk mengucapkan salam atau bersalaman. Sisa-sisa peradaban Hindu-Budha
memang masih banyak dapat kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari di kampuang
kita. Seperti, Membakar kemenyan saat akan berdoa, Mengeping kayu ketika dua
hari setelah ada salah seorang keluarga yang meninggal, Menyelipkan daun kayu
pada daun telinga saat Sholat apabila tidak memakai kopiah, Balimau untuk
mensucikan diri ketika akan memasuki bulan puasa, Maulu tahun ketika menyambut
datangnya panen padi. Dan masih banyak lagi contoh-contoh kegiatan serupa yang
tidak bisa disebut satu persatu dalam tulisan ini. Begitulah kondisi yang ada
di kampuang kita, tinggal bagaimana kita menyikapinya dan untuk merubah
kebiasaan itu. Semuanya sangat tergantung kepada generasi muda yang akan
mengisi peradaban masa depan kampuang kita.
[GUEST]anak mudo m : bidar alam....rasonyo pengen kasitu pai jalan2...maliek bukti sejarah nan dilupoan sejarah...
[GUEST]Siswandy_mo : oi urang kampuang,tlg sampaikan pasan dari rantau,kapado unsur pimpinan kito di solsel, kurang elok kito pandang tulisan"selamat datang dikabupaten solok selatan" nan tapampang ditapal batas ulu suliti,kok dapek dirubahlah jo tulisan yg agak elok,supayo ado kesan baik pertamonyo katiko kami parantau menginjakkan kaki pertamo saat pulang kakampuang, tarimo kasih ateh paratian dusanak nan dikampuang.
mulyadi_miluk : banir ndak di jawa se do, di kampuang ajo banjir juo..di dusun ngebong..banjir juo kabanyo...
ardicell : banjir.....gmna tuh caro jln kalua nyo?
mulyadi_miluk : masya Solsel spertinya akan siap2 menerima Kompor LPG gratis dari Pemerintah
mulyadi_miluk : Berita apo yo yg lagi angek2nyo di SolSel
dave : Maju terus Solok Selatan....Salam hangat dr Nagari Kangaroo...
mulyadi_miluk : awak ikut bangga dengan adanya kayakers di Sol-sel..jadi di kenal orang2
mulyadi_miluk : kenapa ya jarang yg OL di sini?..kadang beritanya kurang ter up-date
dave : Untuk member baru yg sudah pernah mendaftar silahkan login setiap saat.....